SUGENG RAWUH DUMATENG PORO TAMU-TAMU SEDOYO

Jama'ah Penuh Berkah

Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.

Bekerja Untuk Indonesia

Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (9:105)

Inilah Jalan Kami

Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik. (12:108)

Biduk Kebersamaan

Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti.

Kesungguhan Membangun Peradaban

Semua kesungguhan akan menjumpai hasilnya. Ini bukan kata mutiara, namun itulah kenyataannya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan.

Minggu, 24 Juli 2011

Nasehat Syeikh Jum'ah Amin untuk Kader Dakwah


Nasehat Syeikh Jum'ah Amin untuk kader dakwah:

-Jangan terlalu fokus dengan sebab-sebab materi untuk mencapai kemenangan, tapi kurang fokus pada رَبُّ الْاَسْبَاب "Rabbul asbaab" (Allah yang menjadi Tuhan/Pemilik dari sebab-sebab).

-Jangan terlalu fokus dgn manajemen, idariyah, takhtith (perencanaan), tapi kurang fokus dalam hak-hak Allah. Takhtith dan manajemen baru efektif kalau dilakukan oleh tangan yg berwudhu, kening yg banyak sujud, jiwa yg khusyu', hati yg tenang dan tunduk pd Allah. Tanpa itu, sehebat-hebatnya manajemen dan takhtith yg dilakukan takkan memberi kemenangan.

-Apa yg dianggap orang adalah nafilah (sunah), bagi antum bernilai faridhah (wajib). Dimana posisi antum dalam tilawah minimal 1 juz sehari? Dimana posisi antum dlm raka'at-raka'at saat malam? Dimana posisi antum dalam infak? Dimana posisi antum dlm raka'at dhuha?

-Lawan politik uang yg biasa dijadikan senjata lawan2 politik antum dengan akhlak, dengan ukhuwwah, dan dengan ubudiyah.... Bukan dengan uang juga.

-Senjata antum hanya dua: hubungan baik dgn Allah dan akhlak dgn manusia. Dengan itu, dua cinta berhimpun, cinta Allah dan cinta manusia. Ustadz al-Banna mengatakan: nahnu nuqaatil an naas bil hubb (Kita menaklukan manusia dengan cinta).






*)Syeikh Jum'ah Amin Abdul Aziz seorang tokoh senior dakwah dan juga penulis buku-buku dakwah dan harakah diantaranya kitab Fiqih Dakwah yang telah diterjemahkan dan diterbitkan Era Intermedia.




Mabit Kasepuhan DPW PKS DIY

Cahyadi Takariawan -- Mabit (bermalam bersama) adalah salah satu sarana pembinaan dan penempaan jiwa bagi para aktivis dakwah. Mabit sering juga dibuat kepanjangannya dengan Malam Bina Iman dan Takwa, karena program Mabit memang berorientasi menjaga, meningkatkan iman serta takwa bagi para aktivis.

Senang sekali mengikuti “Mabit Kasepuhan” di kompleks Masjid Abubakar Yogyakarta, Ahad 26 Juni 2011. Istilah “kasepuhan” itu khas Yogyakarta, yang digunakan untuk menyebut para senior, atau orang-orang tua atau orang yang dituakan dalam dakwah. Ada berbagai program khusus untuk para kasepuhan ini, seperti Nadwah Kasepuhan, Mukhayam Kasepuhan, Rihlah Kasepuhan serta Mabit Kasepuhan.

Kami mulai berkumpul jam 17.00 wib, mengisi lembar presensi dan langsung memasuki ruangan kegiatan. Tepat jam 17.15 kami mengawali program dengan membaca doa ma’tsurat kubra bersama-sama. Selesai membaca doa ma’tsurat, sudah terdengar adzan Maghrib. Segera kami menuju masjid Abubakar dan menunaikan shalat berjama’ah. Usai shalat Maghrib, kami kembali menuju ruang kegiatan untuk menikmati makan malam dengan menu bebek goreng mbah Wongso Rejo. Alhamdulillah, kenyang.

Sambil menunggu shalat Isya kami duduk berkelompok untuk tilawah Al Qur’an. Kami membaca Al Qur’an hingga tiba waktu shalat Isya, dan saat terdengar adzan kembali kami ke masjid untuk menunaikan shalat Isya berjamaah. Nikmat sekali rasanya, melaksanakan shalat berjamaah bersama para kasepuhan. Suasana yang sangat langka dan jarang ada, karena saking sibuk dan padatnya aktivitas para kasepuhan, sehingga jarang bertemu dan berkegiatan bersama.

Usia shalat Isya kami kembali ke ruang kegiatan. Berikutnya kami mendengarkan tausiyah dari seorang senior, akhuna Dr. Sukamta tentang beberapa persoalan dalam dakwah. Beliau mengajak agar para aktivis selalu berbenah, dan selalu meningkatkan kesiap-siagaan dalam menjalankan berbagai amanah dakwah. Berbagai persoalan yang dihadapi para aktivis harus mendapatkan perhatian serius untuk dicarikan jalan keluar. Jangan sampai menjadi kendala dalam menunaikan program dakwah.

Acara tausiyah berikutnya disampaikan oleh seorang senior pula, akhuna Muhammad Haris Widodo, yang belum lama terpilih menjadi Wakil Walikota Salatiga periode 2011 – 2016. Pak Haris mengaku sangat senang bisa hadir di forum Kasepuhan Yogyakarta, setelah meninggalkan Yogyakarta tahun 1998 untuk menetap di wilayah kabupaten Semarang hingga sekarang.

Pak Haris menyampaikan kegelisahan terhadap fenomena kekaderan saat ini, yang sangat berbeda dengan idealita yang dibangun duapuluhan tahun yang lalu. Sekitar tahun 1987 saat mulai melakukan aktivitas dakwah dan tarbiyah di Yogyakarta, para aktivis yang masih muda belia usianya memiliki mimpi yang besar untuk masa depan dakwah yang ingin diraih. Namun duapuluh tahun berjalan, ternyata mimpi-mimpi itu tak semudah yang dibayangkan untuk mencapainya.

Beliau menyampaikan ada enam hal yang menjadi penyebab tidak terwujudnya mimpi-mimpi indah itu.

Pertama, terjadi perubahan cara pandang terhadap kehidupan pada beberapa kalangan senior. Dulu para aktivis di masa mudanya mengalami kehidupan yang sulit, karena menjalani berbagai aktivitas dakwah sambil menyelesaikan kuliah. Tidak ada aktivis yang memiliki kecukupan materi pada waktu itu. Semua hidup serba “minimalis” dan bahkan banyak yang kekurangan. Tidak ada aktivis yang hidup mapan, semua berada dalam kondisi sangat pas-pasan, atau bahkan di bawah standar kelayakan.

Setelah para aktivis sekarang relatif mulai merasakan kemapanan, beberapa di antara mereka cara pandangnya terhadap hidup dan kehidupan mengalami pergeseran. Mereka tidak ingin melihat anaknya berada dalam kesulitan dan kekurangan. “Jangan sampai miskin dan sulit seperti orang tuanya dulu saat muda. Biarlah orang tuanya saja yang menderita, anak-anak sekarang harus lebih baik kondisinya”. Prinsip dan pikiran seperti ini membuat ada sangat banyak permaafan dan permakluman terhadap kondisi anak-anak.

Namun uniknya, anak-anak yang cenderung mendapat fasilitas lebih baik dibanding generasi orang tuanya, ternyata tidak menampakkan semangat perjuangan sebagaimana dimiliki generasi terdahulu. Dahulu orang tuanya tidak bisa berbahasa Arab, ternyata anaknya pun juga tidak bisa berbahasa Arab. Dahulu orang tuanya ingin melahirkan generasi pejuang yang meneruskan jalan dakwah, namun ternyata anak-anak sekarang banyak yang lebih mengenal Justin Bieber daripada Hasan Al Banna.

Kedua, proses dakwah sekolah yang cenderung stagnan. Di banyak daerah, dakwah sekolah yang sudah berjalan lebih dari sepuluh tahun, tidak menampakkan perkembangan dan kemajuan yang berarti. Dalam perspektif ideal, maraknya proses dakwah di sekolah diharapkan memberikan kontribusi positif untuk mencetak generasi penerus yang berkualitas. Di rumah, anak-anak telah mendapatkan sentuhan pembinaan dari orang tua yang sangat serius menyiapkan generasi baru. Dengan tambahan lingkungan yang kondusif di sekolah, harapannya akan mempercepat proses internalisasi nilai-nilai kejuangan dalam diri anak.

Namun kenyataannya masih jauh panggang dari api. Dakwah sekolah yang diharapkan mempercepat proses regenerasi sejak dari usia sekolah, di banyak tempat belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Ini menjadi salah satu bagian dari penjelasan mengapa idealita tentang generasi baru yang diimpikan duapuluh tahun yang lalu itu, belum bisa maujud secara utuh. Hanya maujud pada beberapa gelintir anak-anak, namun belum menjadi produk dari sebuah sistem perjuangan.

Ketiga, perkembangan kondisi anak-anak kader jauh lebih cepat dibandingkan dengan kemampuan elemen dakwah untuk menghadirkan sistem pembinaan yang tepat bagi usia mereka. Ternyata interaksi anak-anak dengan perkembangan zaman sangat cepat. Identifikasi diri anak-anak pada usianya saat mulai menginjak remaja, telah menyebabkan dirinya berkembang ke sebuah arah yang belum tentu sesuai keinginan generasi pendahulu. Sayangnya, sistem pembinaan kita belum cukup sigap merespon dan mengantisipasi perkembangan tersebut.

Anak-anak sedang mencoba mengidentifikasi diri di usianya yang sedang tumbuh, memerlukan sentuhan yang tepat sesuai logika usia tersebut. Masih jarang dijumpai aktivitas pembinaan yang cocok dengan karakter remaja, dimana anak-anak remaja akan merasa enjoy dan nyaman berada dalam milieu yang disiapkan bagi mereka. Justru beberapa fenomena menunjukkan adanya pemberontakan anak-anak yang tidak ingin “menjadi seperti|” orang tuanya.

Keempat, pengaruh lingkungan sekitar. Setiap anak memiliki lingkungan pergaulan baik di sekolah maupun dalam lingkungan sosial keseharian. Pengaruh lingkungan ini menjadi sangat besar dampaknya pada anak-anak yang menginjak usia remaja. Sejak dari cara berpikir, cara berpenampilan, model pergaulan, hingga tokoh-tokoh idola, sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar mereka.

Anak-anak tidak bisa dididik secara eksklusif, dengan jalan dipisahkan dari lingkungannya. Karena eksklusifitas itu sesuatu yang semu, realitas yang ada adalah masyarakat yang kita hadapi setiap hari ini. Oleh karena itu diperlukan suatu lingkungan yang kondusif untuk membentuk karakter dan kepribadian mereka, agar tidak mudah larut dan terpengaruh oleh tradisi yang negatif dan menyimpang dari kebaikan.

Kelima, pengaruh globalisasi dunia. Luar biasa dahsyat pengaruh globalisasi. Kenyataannya globalisasi telah mempengaruhi semua orang, suka atau tidak suka. Berbagai kemajuan teknologi telah dengan sangat mudah diakses oleh anak-anak kita, melalui handphone, komputer, internet, dan berbagai sarana lainnya. Dengan mudah anak-anak kita mengerti berbagai informasi tanpa batas, dan membawa mereka ke dalam suasana global.

Jika orang tua tidak waspada menghadapi pengaruh globalisasi, akan bisa sangat tertinggal oleh pemikiran anak-anak remaja. Mereka telah mengerti berbagai peristiwa di berbagai dunia, dan orang tua yang gagap teknologi akan berada dalam situasi sangat tertinggal dan sangat miskin informasi. Sepertinya orang tua menjadi sangat kuno dan kolot karena tidak mengetahui perkembangan terkini.

Keenam, pengaruh syi’ar infitahiyah. Pada saat dakwah berada dalam mihwar publik, seruan yang sering dikumandangkan adalah agar kader bersikap inklusif, bukan eksklusif. Kader harus membaur dengan realitas kehidupan masyarakat dan tidak membuat sekat-sekat eksklusivitas. Seruan seperti ini membuat semua kader berusaha semaksimal mungkin beradaptasi dengan kehidupan masyarakat sekitar, yang bukan tidak mungkin akan mendapatkan pengaruh dari corak yang berkembang di tengah masyarakat.

Beberapa kegelisahan di atas diungkapkan dengan sangat mengalir oleh pak Haris, yang melontarkan enam poin tersebut sebagai bahan renungan, bahan koreksi, dan bahan evaluasi bagi para kasepuhan. Satu jam lebih sedikit beliau memberikan tausiyah yang sangat menyentuh dan sekaligus memberikan PR bagi para kasepuhan untuk merenungi lebih jauh, mengevaluasi lebih detail dan tentu saja merumuskan solusi terbaik.

Pak Haris bahkan memberikan gambaran, betapa keluarga Soekarno berhasil mencetak generasi yang sangat percaya diri dan bangga mengatakan bahwa dirinya adalah penerus perjuangan Soekarno. Hal ini tidak tampak pada banyak tokoh yang satu generasi dengan Soekarno. Mana tokoh-tokoh muda yang menyatakan dengan bangga, “Saya meneruskan perjuangan bapak saya” ? Apakah anak-anak kita bangga dengan perjuangan orang tuanya, atau justru mereka alergi dan tidak mau mengikuti jejak orang tua ?

Sebuah perenungan yang sangat dalam dan kontemplatif.

Usai mendengarkan rangkaian tausiyah, kami beristirahat dan bersantai sejenak dengan obrolan segar sesama orang tua. Subhanallah, suasana yang sangat damai dan nyaman. Para kasepuhan bisa duduk bersama, lesehan di atas tikar, sambil bercanda dan tertawa bersama. “Harga” suasana seperti ini sangatlah mahal, karena banyak contoh generasi awal dakwah di suatu wilayah yang sudah tidak nyaman duduk bersama dan bercanda mesra. Mereka terlibat konflik kepentingan yang membuat suasana tidak nyaman untuk duduk santai bersama. Bahkan sudah tidak bisa tertawa bersama.

Jam sepuluh malam kami tidur di atas tikar, berjajar-jajar dalam satu ruangan. Enampuluh orang kasepuhan tidur bersama malam hari itu. Luar biasa, alangkah damainya. Sejuk sekali terasa di hati. Jika kebersamaan seperti ini terus kami miliki, niscaya dakwah akan mudah berkembang dan kader dakwah akan semakin solid. Jika para kasepuhan sudah tidak bisa duduk bersama dalam satu majelis, tidak bisa bercanda, tidak bisa tertawa bersama, maka soliditas dakwah akan mudah goyah, dan dakwah terancam stagnan bahkan bisa mengalami kemunduran.

Saya sangat menikmati mabit ini. Kami bangun jam dua malam untuk melaksanakan shalat malam. Khusyu sekali suasana shalat malam kami. Jam setengah empat, usai shalat malam kami makan sahur bersama. Esok pagi kami akan melaksanakan puasa sunnah di hari Senin, bagian dari puasa sunnah Senin Kamis. Nikmat sekali suasananya. Para kasepuhan makan sahur dengan nasi bungkus dan teh panas buatan bu Endang Tri Sukowati. Kami duduk lesehan sembari menikmati makan sahur, hingga tiba adzan Subuh.

Bergegas kami ke masjid menunaikan shalat Subuh berjamaah. Usai shalat Subuh, kami kembali ke ruangan kegiatan untuk membaca doa ma’tsurat kubra bersama-sama. Alhamdulillah, akhirnya acara mabit kasepuhan pun usai. Diawali dengan ma’tsurat kubra, dan ditutup dengan ma’tsurat kubra. Kami saling bersalaman, dan membereskan ruang kegiatan.

Setelah itu kami pulang, dengan membawa berbagai kesan yang nyaman kami rasakan. Perjalanan dakwah masih sangat panjang. Jalan masih sangat panjang terbentang. Tantangan akan semakin besar di hadapan. Para kasepuhan dituntut memberikan keteladanan dalam menghadapi kehidupan, agar dakwah semakin produktif dan semakin solid dalam tatanan.

Ya Allah, kekalkan ikatan kemesraan di antara kami. Teguhkan hati kami. Bimbinglah langkah kami, agar bisa istiqamah di jalan dakwah yang Engkau ridhai. Amin.

nDalem Mertosanan, Yogyakarta, 27 Juni 2011

Download e-Book Panduan Lengkap Ramadhan





Kali ini kami akan berbagi e-book gratis Panduan Ramadhan karya Ustadz Abdullah Haidir, Lc Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Arab Saudi.


E-book ini berisi:
  • Keutamaan Ramadhan & Puasa
  • Fiqih Shaum
  • Amalan-amalan Utama di bulan Ramadhan
  • Fiqih Zakat Fitrah
  • Fiqih Shalat Tarawih
  • Fiqih Shalat Witir
  • Lailatul Qadar
  • Idul Fitri

Silahkan download e-book Panduan Ramadhan DI SINI. Semoga bermanfaat.


Download Kumpulan Ceramah Kultum Ramadhan Singkat dan Praktis

Wangi semerbak Ramadhan sudah tercium bersama membuncahnya hati orang-orang beriman, hati yang kondusif untuk menerima bimbingan Ilahi. Untuk itu mari kita persiapkan berbagi ilmu di bulan Suci tuk membimbing masyarakat. Sebagai persiapan bekal ilmu itu, kami hadiahkan untuk antum semua E-book Kumpulan Ceramah dan Kultum Ramadhan yang singkat dan praktis karya ustadz Hatta Syamsuddin Dosen Mahad Abu Bakar UMS Solo.

E-book ini bisa anda download DI SINI. Semoga bermanfaat!


*

Layang Kanggo Sedulurku Poro Kasepuhan Dakwah

"Dadi Wong Tuwo Iku Ora Gampang"

Dening : Ki Cahyadi Takariawan

Sedulurku kabeh, para kasepuhan dakwah, poro pinisepuh lan sesepuh, utowo sing dianggep sepuh, utowo sing wis koyo wong sepuh…. Aku nulis layang iki kanggo ngajak panjenengan kabeh supoyo ndarbeni watak kang berbudi bowo leksono. Dadi wong tuwo jebul ora gampang, amargo opo wae sing diomongne utowo dilakoni, kabeh tansah digatekne poro kadang mudho. Ojo maneh kok ngomong, lah wong menenge wong tuwo wae wis iso dadi gawe. Mulo ayo podho lerem ing pikiran lan padhang ing ati.

Durung suwe iki aku krungu omongane poro kadang “kemampo”, sakjane durung tuwo nanging dipekso dadi tuwo, lan pancen dianggep tuwo. Ora sengojo ketemu poro kemampo iki ing pirang-pirang papan, lan podho curhat nasibe dhewe-dhewe. Ealah, jebule critone kok podho wae eneng ngendi-endi. Aku mbayangke, durung suwe awake dhewe iki dadi wong enom, saiki jebul wis dadi wong tuwo utowo dianggep tuwo. Jebule awake dhewe iki lagi sinau piye carane dadi wong tuwo kang migunani. Dudu wong tuwo sing dadi ampas, nanging dadiyo wong tuwo kang iso maringi tulodho tumrap kadang wredho lan kadang mudho.

Ayo podho sinau dadi wong tuwo kang utomo. Naliko wong tuwo diundang rapat bareng karo poro kadang mudho, kudu iso wicaksono. Yen wong tuwo akeh pendhapate, iso dikiro kakehan ngatur. Yen eneng nggon rapat mung meneng wae, jare ora ono gunane ngundang wong tuwo. Naliko ngrembug keputusan ing sajroning rapat, yen wong tuwo ngomong ora setuju, mengko dikiro njegal program. Nanging yeng ngomong setuju, mengko dikiro wong tuwo kok ora duwe prinsip, ming waton muni setuju. Dadi anggone mrenahke awake dhewe iki kudu ngati-ati banget. Angel to kahanane ?

Risih banget rasane yen tansah krungu omongan sing miring. Ora duwe omah, iso dadi pitakonan, wong wis tuwo kok ora duwe omah. Bareng duwe omah, dadi omongan, iku duwit seko ngendi. Ora duwe motor, dadi rasanan, jare mesakke wis tuwo kok menyang ngendi-endi ming mlaku. Bareng tuku motor dadi rasanan, kae wong tuwo kok wani kredit. Ora duwe mobil, dadi pitakonan, jare ora tegel nyawang wong tuwo mboncengke anake papat numpak motor. Kamongko anake enem, sing loro dikon mlayu, sing papat diboncengne motor ambek nyonyahe. Bareng wani tuku mobil digrenengi, kae wong tuwo kok malah tingkahe borju.

Kamongko sakjane ora borju, nanging pancen seneng burjo alias bubur kacang ijo…. Iku pancen panganan kang sehat kanggone wong tuwo. I love burjo. Opo maneh ditambahi ketan ireng lan santen klopo, wah sedhep temen….. Mak sruput, seger….


Malah ono sing ngrasani, kae wong tuwo kok mobile ganti-ganti, kamongko pancen gaweyane dol tinuku mobil kanggo panguripan. Samben dino Minggu wiwit esuk tekan sore siaran terus eneng TVRI stasiun Ngayogjokarto Hadiningrat, alias bakulan mobil bekas. Ing halamane TVRI Ngayogjokarto samben dino Minggu pancen kanggo dodolan mobil bekas. Wong kang pengin adol utowo tuku mobil bekas, jujugane neng halaman TVRI iku. Kanggone poro bakul, tekane kudu mruput, men iso dasaran ing papan kang strategis. Yen kawanen sithik wae, manggone wis eneng mburi, dadi ora akeh sing podho marani.

Aku ugo krungu omongane poro kadang mudho, sing lagi podho ngrasani poro sesepuh lan pinisepuh. Atiku ngeres banget, rasane ser-seran krungu omongan koyo mangkono iku. Poro kadang mudho iki podho ngrembug jenise wong tuwo. Ono si A, ono si B, ono si S, lan ono si D. Wah aku rumongso sedih krungu wong tuwo dadi bahan omongan. Jare si A iku sombong, jare si B iku cethil, jare si C iku medhit, jare si D iku methakil. Ono maneh si E sing ora peduli. Yen si F iku koyo priyayi. Yen si G kae ora mbejaji. Aku ora ngerti, kiro-kiro awakku mlebu sing endi. Gek gek awakku wiwit A tekan Z mlebu kabeh, wah jan ciloko tenan awakku.

Sedulurku kabeh, para kasepuhan dakwah, poro pinisepuh lan sesepuh, utowo sing dianggep sepuh, utowo sing wis koyo wong sepuh…. Aku ngerti awake dhewe kabeh lagi podho sinau, maklum durung tau dadi wong tuwo sak durunge iki. Sinau piye carane dadi wong tuwo sing iso dadi tulodho. Ayo podho luwih ngati-ati anggone njogo lisan, luwih ngati-ati anggone komentar, luwih ngati-ati anggone tumindak. Jane ora ono sing gelem dadi wong tuwo sing dipekso dadi tulodho koyo ngene iki, soale pancen abot tenan, koyo-koyo ora ono sing bener. Ananging piye maneh, sejarah ndapuk awake dhewe dadi wong tuwo saiki. Gelem opo ora gelem, seneng opo ora seneng, iki wis dadi karepe sejarah.


Panjenengan kabeh mugo-mugo isih kelingan ngendikane ustadz Hilmi Aminuddin naliko piyambake blak-blakan crito kondisine, sing kerep dadi rasanan lan omongane wong akeh. Panjenengane nyritakake iku kanthi trawoco, naliko ono kegiatan ing Denpasar, Bali, tahun 2008 wingi. Wektu aku nggatekake pangandikane, aku trenyuh banget. Mbokmenowo panjenengane wis rumongso banget abote, nganti kawetu ing forum umum wektu iku. Aku dadi luwih cetho saiki, jebule wong tuwo pancen abot banget sanggane. Tambah tuwo lan tambah dhuwur posisine, tambah akeh omongan kang ditujokake marang dheweke, tambah abot ugo sanggane.

Dadi saiki awake dhewe kudu luwih akeh sinaune, kuduh luwih akeh sabare, kudu luwih akeh pangapurane, kudu luwih akeh ngati-atine. Jan angel tenan dadi wong tuwo, ngopo kok awake dhewe ndadak dadi tuwo yo ? Mbok enom terus wae, nek perlu cilik terus wae, ora ono sing nyalahke. Saiki rasa-rasane akeh banget kesalahane awake dhewe. Ananging eneng donyane dakwah iki pancen kudu ono sing gelem dadi wong tuwo. Yen kabeh pengine dadi kawulo mudho, mengko dadi kegiatane kurang wicaksono, amargo kurang dugo. Jare wong enom iku sifate keladuk wani kurang dugo.

Sing perlu kanggone kito saiki ayo tumindak luwih ngati-ati. Ayo eling terus yen awake dhewe iki wis dianggep tuwo lan dipekso maringi tulodho utomo. Ora perlu mikirke omongan sing ora-ora marang awake dhewe, soale omongan ngono iku akeh manfaate kanggo njogo kabecikane wong tuwo. Kanggo ngelingake, kanggo nglurusake, kanggo mbenerake, supoyo awake dhewe ora dadi wong tuwo kang cidro lan culiko. Ojo podho dadi Pandhito Durno, nanging dadiyo Prabu Kresno kang hambeg budi bowo leksono. Mugo-mugo poro kadang mudho tembene iso luwih apik lan luwih utomo tinimbang kito kang wis podho tuwo.

Sedulurku kabeh, para kasepuhan dakwah, poro pinisepuh lan sesepuh, utowo sing dianggep sepuh, utowo sing wis koyo wong sepuh…. Tak kiro cukup semene dhisik layangku. Aku nulis layang iki supoyo panjenengan kabeh gelem ngelingne aku yen dadi wong tuwo kang ora utomo. Ojo dijarno wae awakku iki yen nduweni watak angkoro murko. Tulung aku dikandhani, tulung aku dijewer, tulung aku dinasehati. Aku wedi banget yen awakku mung dadi rasanan, nanging ora ono sing gelem nasehati. Aku sedih banget yen awakku mung dadi omongan, nanging ora podho gelem ngandhani. Tak bukak atiku, tak bukak pikiranku, tak bukak kupingku, supoyo gampang nggatekke nasehat lan pitutur kabecikan.

Tak kiro poro kadang mudho luwih abot yen arep nasehati awake dhewe sing kadhung dianggep tuwo. Pramilo ayo podho tawashaw bil haq, tawashaw bish shabr, lan tawashaw bil marhamah ing antarane poro kasepuhan dhewe. Ojo podho sungkan lan rumongso abot yen maringi nasehat utowo pituduh kang bener. Yen ono wong tuwo sing salah, ayo dibenerke. Yen ono wong tuwo sing medhit, ayo dilomakne. Yen ono wong tuwo sing sombong, ayo dilembah-manahke. Yen ono wong tuwo sing culiko, ayo podho dielingke. Yen ono wong tuwo kang hambeg durangkoro, ayo podho diresikne.


Mugo awake dhewe kabeh iso dadi wong tuwo kang paring tulodho tumrap kadang mudho. Mugo kito kabeh iso dadi conto kang utomo. Muga kito kabeh tansah iso maringake kontribusi kabecikan kanggo kamajuaning dakwah lan kamulyaning ummah. Amin.

*)http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=1419



Rabu, 20 Juli 2011

Tifatul, Politisi Indonesia Terpopuler di Dunia


KOMPAS.com — Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring bolehlah disebut sebagai menteri yang paling "gaul" di jagad maya. Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini sangat eksis di jejaring media sosial.

Tak berlebihan jika dikatakan ia satu-satunya menteri di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang paling membuka diri terhadap kritik pedas publik di dunia maya. Tak jarang wacana yang dilontarkan Tifatul menjadi kontroversi dan diskusi panas.

Ternyata, Tifatul juga satu dari sedikit politisi dunia yang eksis di dunia maya. Nama Tifatul tercatat di jajaran 100 politisi dunia dengan pengikut terbanyak di media sosial. Ia menjadi satu-satunya politisi Indonesia yang masuk dalam jajaran 100 besar. Situs pencatat statistik sosial media, www.famecount.com, mencatat, ia berada di urutan ke-24.

Tifatul Sembiring tercatat memiliki 207.219 penggemar di Facebook dan 237.281 pengikut di Twitter. Setiap hari, per 18 Juli 2011, penggemar Tifatul di Facebook bertambah 53 orang. Di Twitter, ia mendulang 286 pengikut baru setiap hari.

Tifatul mengalahkan sejumlah politikus ternama Indonesia lainnya, termasuk Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Politikus Indonesia berikutnya yang tercatat di situs tersebut adalah Prabowo Subianto yang bertengger di urutan 110. Prabowo tercatat memiliki 98.878 penggemar di Facebook dan 1.609 pengikut di Twitter.

Lalu, siapa politikus yang paling populer di dunia? Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Ia tercatat paling top di media sosial dengan 22.056.631 penggemar di Facebook, 9.193.299 pengikut di Twitter, dan 162.701.678 views di Youtube.


*)Sumber:
http://nasional.kompas.com/read/2011/07/19/06484318/Tifatul.Politisi.Indonesia.Terpopuler.di.Dunia

Jumat, 15 Juli 2011

Umat Islam Harus Miliki Target dan Himmah

Ulama kharismatik Suriah dan Murabbi (sufi) besar, Syeikh Dr. Rajab Dieb mengajak umat Islam memadukan antara pendidikan akal dan pendidikan qalbu. Perpaduan, kesimbangan dan keharmonisan antara keduanya akan saling melengkapi dalam mengarah kepada kesempurnaan. Perpaduan keduanya guna mencegah kebodohan dan terhindar dari penyakit qalbu (rohani) yang lebih berbahaya dari penyakit jasad, qalbu sehat, hati bersih adalah dasar pembentukan nilai-nilai akhlak mulia.

Nasehat ini disampaikannya dua hari menjelang keberangkatan ke Indonesia dalam rangka turut partisipasi dalam Multaqa al-Shufi al-Alami (Forum Sufi Internasional) yang diselenggarakan PBNU di Jakarta dari tanggal 15-18 Juli 2011.

Syeikh Rajab menyampaikan itu kepada Dubes RI di Damaskus, Wahib Abdul Jawad.

Sebagaimana diketahui, Syeikh Rajab merupakan sosok yang sangat dicintai masyarakat, penampilannya sederhana namun rapi dan anggun, gaya dakwahnya juga mudah dicerna oleh semua kalangan, tutur katanya indah dan menarik, membuat lawan bicara siapapun dia akan merasa dekat dan terinteraksi dengan beliau.

Dalam kunjungan lebih dari satu jam itu dengan bahasa Arab yang fasih, ia menyampaikan banyak hal, khususnya yang menyangkut situasi ummah saat ini.

Di antara pesan beliau yang menarik adalah penegasannya bahwa kiat untuk meraih kesuksesan terdapat pada dua kata kunci yang dimulai dengan huruf H.

Huruf H yang pertama yaitu hadaf yang berarti target. Huruf H kedua yaitu himmah berarti semangat dan tekat kuat. Dua hal ini yg menurut Syeikh merupakan kunci keberhasilan.

Lebih jauh, beliau menjelaskan bahwa hadaf haruslah berada dalam koridor mencari rida Allah SWT dengan keikhlasan, sudah barang tentu karena mencari rida Allah, berarti amalan yg dikerjakan adalah amalan islami insani yang dapat memberikan manfaat bagi diri dan orang lain (masyarakat).

Sedangkan himmah adalah wasilah menuju hadaf, dengan mengerahkan segenap kekuatan maksimal yang ada dalam melakukan amalan tsb, dengan perencanaan rapi dan kerja yang teliti, setelah itu menyerahkan semuanya kepada Allah SWT dengan penuh percaya diri dan optimisme.

Kerja tanpa target, tak jelas arahnya dan tidak akan menghasilkan capaian yang diharapkan. Sebaliknya memiliki target tapi tidak diiringi dengan himmah, hanyalah angan-angan yang mustahil bisa menjadi kenyataan. Perpaduan terget dengan himmah saling menyempurnakan untuk meraih keberhasilan. */Amiruddin Thamrin, Damaskus-Suriah

*)http://hidayatullah.com/read/18055/18/07/2011/umat-islam-harus-miliki-target-dan-himmah-.html


Fahri Hamzah Ketuai Tim Kecil DPR Siap Kuak Kembali Misteri Century

Kasus Century masih diselimuti misteri namun kasus ini tetap menjadi prioritas DPR. Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyatakan pihaknya tengah membentuk tim kecil yang bertugas untuk membantu investigasi dari tim audit forensik Badan Pemeriksa Keuangan dan membantu proses yang tengah berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Tim ini diketuai oleh politisi PKS Fahri Hamzah. Anggotanya, tiap fraksi satu orang, antara lain Bambang Soesatyo dari Fraksi Golkar, Gayus Lumbuun dari Fraksi PDIP dan, Akbar Faisal dari Fraksi Hanura. Tim gabungan ini bertugas untuk menginvestigasi dugaan penyimpangan bailout Bank Century Rp6,7 triliun pada 2008.

"Sudah ada tim khusus untuk audit forensik (dari BPK) yang bersifat investigasi lanjutan terhadap beberapa misteri penyelewengan yang ada dalam skandal Century itu. Saat ini mereka sudah saya disposisi. Timwas di DPR juga akan membentuk tim kecil menindaklanjuti itu bersama dengan tim KPK dan sehari-hari dengan tim audit BPK yang akan mengaudit kasus itu," ujar Priyo di Gedung DPR RI, Kamis (14/7/2011).

Priyo menampik tim kecil bentukan DPR ini sebagai bagian dari ketidakpercayaan DPR terhadap KPK. Menurutnya, KPK yang menawarkan untuk membentuk tim itu. Ia mengaku memang terdapat kemajuan, saat rapat tertutup dengan Kejaksaan dan KPK. Tetapi Sudah ada kemajuan, tetapi kemajuan itu dinilainya sangat lamban didapat. Ia berharap misteri Skandal Century tetap menunjukkan kemajuan dalam penyelesaiannya.

"Masih terlalu lamban dengan impian kami agar cepat selesai semua. Intinya di Dewan Gubernur (BI) ada kejanggalan. KPK memberitahu telah memeriksa Boediono, memeriksa seluruh dewan gubernur, dan Sri Mulyani," tegasnya.

Rencananya ke depan semua tim dari tiga lembaga tersebut akan merencanakan langkah selanjutnya di DPR RI secara terbuka. Sementara itu, proses tim masing-masing akan tetap berjalan. Untuk tim audit forensik sendiri di BPK telah terpilih 60 orang terbaik. Sementara itu, lanjut Priyo, untuk KPK tim di pimpin oleh salah satu Pimpinan KPK, Chandra M Hamzah.

"KPK timnya Pak Chandra dan mereka nantinya melaporkan (hasil) ke kita (DPR). Tim ini pula yang nanti kita beri mandat untuk mengadakan koordinasi dengan tim audit forensik dari BPK. Tidak ada deadline kapan selesainya, tapi kita berharap mereka cepat tanggap dan tegas," tandas Priyo. (kompas.com)

*sumber:
http://www.rca-fm.com/2011/07/misteri-kasus-century-siap-digali.html

Kamis, 14 Juli 2011

Jajak Pendapat Aljazeera: Partai Kebebasan dan Keadilan (IM) Mesir Dipilih 46% Responden

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh TV satelit Aljazeera mengungkapkan bahwa ketika diminta untuk memutuskan partai apa yang mereka akan pilih dalam pemilihan parlemen Mesir mendatang (September 2011) hampir 50% dari pemirsa memilih Partai Kebebasan dan Keadilan (Freedom and Justice Party) yang merupakan partai politik bentukan Ikhwanul Muslimin.



Berikut ini data lengkap jumlah dan persentase suara yang diterima masing-masing pihak:

Freedom and Justice Party 46% (4378 votes)

Nour Party 27% (2566 votes)

Wasat Party 6% (582 votes)

Al Adala Party 5% (464 votes)

Al Fadeela 5% (430 votes)

Al Tayar el Masry 3% (240 votes)

Al Masreyeen Alahrar 3% (241 votes)

Democratic Front 2% (164 votes)

Al Wafd 1% (81 Votes)

Social Democratic 1% (103 votes)

Al Banaa wel Tanmeeya 1% (56 votes)

Al Ghad 1% (52 votes)

Al Tagammu 0% (14 votes)

Al Karama 0% (39 votes)

Nasserist Party 0% (22 votes)


*)sumber: http://www.ikhwanweb.com/article.php?id=28798


Rabu, 13 Juli 2011

Musim Kemarau: PKS Bantu Air Bersih di Daerah Pegunungan yg Kekurangan Air

Musim kemarau yang berjalan sebulan ini sangat dirasakan oleh warga dusun Ngelosari Kaligatuk. Wilayah perbukitan di kecamatan Piyungan bagian selatan yang masuk desa Srimulyo ini kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan keterbatasan yang ada, kami DPRa PKS Srimulyo membantu memberikan air bersih untuk warga dusun Ngelosari pada 5 Juli sebanyak 2 tanki untuk RT 1 dan 12 Juli untuk RT 5 dan 6 sebanyak 2 tanki.

Bantuan air diantar langsung oleh Ketua DPRa Srimulyo, Akh Winarno Abdussalam, didampingi akh Gino Ketua Divisi Pelayanan dan Akh Andi Payak.

Sebelumnya, pada 28 Juni lalu kami juga men-drop 2 tanki air bersih untuk Masjid di Ngelosari.

Tentu bantuan ini sangat kecil dan belum bisa menyelesaikan permasalahan warga, terlebih musim kemarau masih panjang. Namun, mudah-mudahan sedikit bantuan ini akan mengurangi beban warga dan membuat mereka optimis bahwa mereka 'tidak sendiri', ada pihak-pihak yang masih peduli.
















Sabtu, 02 Juli 2011

Jerman: IM Adalah Aset Masa Depan Mesir

Berbicara kepada MENA (Kantor berita resmi Mesir) Presiden Kamar Dagang dan Industri Arab-Jerman, Rainer Herret menyatakan bahwa Pemerintah Jerman akan mengapresiasi kebijakan ekonomi yang diadopsi oleh semua kekuatan politik Mesir, termasuk Ikhwanul Muslimin.

Menurut Herret gagasan penurunan investasi Jerman di Mesir jika Ikhwan memegang kekuasaan sama sekali tidak dipertimbangkan. Dia menekankan bahwa partai-partai politik baru harus melaksanakan sekelompok kebijakan ekonomi untuk meningkatkan investasi dan meningkatkan daya saing perekonomian Mesir.

Herret tidak khawatir kalau nantinya IM memenangkan pemilu, dia percaya Islam adalah agama moderat, yang mendorong dialog dan mengecam kekerasan dan ekstremisme.

Ia menyatakan bahwa ia mengharapkan investasi Jerman akan meningkat di Mesir dalam waktu dekat dan negaranya ingin meningkatkan hubungan dengan Mesir. Dia menggambarkan Mesir sebagai mitra ketiga terbesar di daerah itu, setelah Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Herret juga menambahkan bahwa kesepakatan Mesir-Uni Eropa telah melakukan banyak untuk meningkatkan ekonomi dan perdagangan kerjasama antara Kairo dan Berlin.

Dia menegaskan bahwa Uni Eropa siap untuk melakukan semua yang bisa untuk mendukung perekonomian Mesir, mengikuti revolusi 25 Januari, termasuk mempertimbangkan subsidi untuk memenuhi kebutuhan orang Mesir.

*)sumber: http://www.ikhwanweb.com/article.php?id=28723

Senin, 13 Juni 2011

Belajar dari Kemenangan AKP Turki


Subhaanallah… Partai Keadilan dan Pembangunan atau AKP (Adalet ve Kalkinma Partisi) kembali mencatat sejarah fenomenal. AKP memenangi pemilu 12 Juni 2011 dengan suara mayoritas; melampaui jajak pendapat menjelang pemilu yang memprediksi AKP memperoleh 47% suara. Yang luar biasa, suara AKP terus naik dari 34,43% pada pemilu 2002, menjadi 46,47% pada pemilu 2007, lalu 49,85% pada pemilu 2011.

Didukung 21.441.303 suara, AKP berhasil mendapatkan 326 kursi parlemen. Dengan 59,3% kursi yang dimiliki AKP ini, AKP bisa kembali membangun pemerintahan tanpa perlu koalisi. Namun demikian, Erdogan tetap membuka kesempatan untuk berkoalisi dengan partai lainnya.

Kemenangan mayoritas AKP Turki ini tampaknya perlu dipelajari partai Islam, termasuk di Indonesia. Sebab tanpa kemenangan dan menjadi pemerintah, partai Islam belum bisa merealisasikan dakwah yang diembannya secara keseluruhan. Tanpa memenangi pemilu dan memasuki mihwar daulah, partai dakwah belum bisa mewujudkan platform dan kebijakan dakwahnya secara menyeluruh; menebar rahmat bagi bangsa.

Lalu apa rahasia kemenangan AKP yang bisa diadopsi oleh partai Islam, termasuk di Indonesia? Meminjam istilah DR. Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam Fiqhun Nashr wat Tamkin, selain sebab-sebab materiil, untuk memperoleh kemenangan juga diperlukan sebab-sebab maknawi. Keduanya dimiliki AKP dan bisa diadopsi oleh partai Islam lain. Namun sebelum itu perlu dipertegas bahwa kemenangan dakwah adalah pertolongan Allah. Maka sehebat apapun usaha dan strategi pemenangan dakwah, pertama-tama ia harus menggantungkan diri kepada Allah. Meyakini bahwa kemenangan adalah pertolongan Allah dan meningkatkan taqarrub kepada-Nya, dengan demikian menjadi langkah pertama dan paling utama bagi partai Islam, partai dakwah. Dan ini pula yang dimiliki oleh AKP.

Segala bentuk ibadah, komitmen kepada kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya serta teguh di atas tujuan Islam, yang bisa dirangkum dalam istilah “taqarrub ilallah” juga merupakan sebab-sebab maknawi kemenangan. AKP berusaha keras memenuhi hal itu. Meskipun dengan segala keterbatasan di lingkungan eksternal Turki yang masih sangat sekuler, banyak diantara caleg perempuan AKP yang belum "berani" berjilbab. Taqarrub ilallah ini pula yang harus ditingkatkan oleh semua partai Islam sebagai pondasi aktifitas siyasi, tidak terkecuali di Indonesia.

Clean Government
Diantara sebab-sebab materiil kemenangan AKP adalah komitmennya untuk mewujudkan clean government. Pada mulanya, ketika mengikuti pemilu 2002, AKP mengkampanyekan clean government. Masyarakat tertarik dan berharap dengan janji itu. Pemerintahan korup selama 80 tahun sebelumnya ditambah dengan kualitas moral politisi AKP menjadikan masyarakat tak percaya lagi kepada “wajah-wajah lama” dan menaruh harapan kepada AKP. Dari sana AKP mengantongi sekitar 34,43% suara pada pemilu 2002.

“Janji menerbitkan harapan,” tulis Anis Matta dalam Serial Cinta, “tapi pemberian melahirkan kepercayaan.” Demikianlah apa yang dilakukan AKP dan didapatkannya. Kampanye 2002 barulah janji yang membuat rakyat Turki berharap pemerintahan membaik. Harapan itu disalurkan dengan memilih AKP. Lalu setelah menang, AKP mewujudkan janji itu. AKP memberikan kepada Turki apa yang telah ia janjikan; clean government. Maka lahirlah kepercayaan kepada AKP yang terus membesar, mengakumulasi sepanjang waktu hingga pemilu 2007 dan rakyat menjadi lebih loyal dengan memberikan suara 46,47% kepada AKP.

Clean government yang dijanjikan AKP pada kampanye 2002 diwujudkan selama pemerintahannya. Dan dari 2007 hingga 2011, AKP menjaga baik kepercayaan itu. Pemerintahan yang relatif bersih dari korupsi menjadikannya dipercaya kembali oleh rakyat pada pemilu 12 Juni 2011 kemarin. Maka suara pun meningkat menjadi 49,85%.

Mewujudkan pemerintah yang bersih dari korupsi semestinya juga dilakukan oleh semua partai Islam. Sebab, itulah semangat politik Islam, itulah nilai yang diperjuangkan oleh Islam. Itu pula yang menjadikan partai Islam dipercaya; bahwa orang-orang yang dikenal shalih dalam aspek moral juga menjadi orang yang shalih ketika berurusan dengan uang dan kekuasaan. Sekali partai Islam ternoda oleh kasus korupsi, ia bisa kehilangan kepercayaan dalam jumlah besar. Lalu jika kasus korupsi terjadi berkali-kali pada partai Islam, ia bisa kehilangan kepercayaan publik sama sekali.


Memajukan Ekonomi
Setali tiga uang dengan program clean government, AKP berhasil memajukan perekonomian Turki. Bersamaan dengan pemerintahan yang bersih dari korupsi, maka penghematan besar bisa dilakukan dan APBN mengalir lebih besar untuk kepentingan rakyat. Kepiawaian Erdogan dan AKP dalam memperbaiki ekonomi membuat pendapatan per kapita Negara tersebut naik tiga kali lipat pada akhir tahun nanti dibandingkan dengan 2002 ketika kali pertama AKP berkuasa.

Begitu memerintah pada 2002, AKP melakukan perbaikan regulasi untuk investor asing. Undang-undang investasi asing berhasil digolkan pada tahun 2003. Sejalan dengan itu pertumbuhan ekonomi terus meningkat. Pada awal tahun 2011 ini Erdogan telah melaunching proyek-proyek mercusuar di sejumlah kota besar di Turki, terutama Istanbul dan Ankara.

Proyek-proyek mercusurar di bidang kesehatan, olahraga, industri pertahanan, hingga pusat sejarah yang dipresentasikan Erdogan menjadi simbol kemajuan ekonomi di negara itu. Kemajuan ekonomi itulah yang menjadi isu utama kampanye AKP. Prestasi-prestasi ekonomi selama pemerintahan AKP menjadi materi kampanye pemilu 2011 ini.

Di masa ketika pemilih pragmatis seperti sekarang ini, ekonomi menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan pilihan. Artinya, partai apa yang dipercaya mampu untuk memajukan perekonomian, maka itulah yang akan dipilih. AKP mampu menunjukkan bukti bahwa di bawah pemerintahannya Turki mencapai kemajuan dalam ekonomi. Sebenarnya, fenomena ini juga sejalan dengan ajaran Islam agar pemimpin melayani kaumnya: “sayyidu qaum khaadimuhum”. Ada pula kadiah lain: bahwa manusia itu akan setia kepada orang yang melayaninya.

Komitmen Moral
Islam sangat mengedepankan akhlak dan moralitas. "Innamaa bu'itstu li'utammimma makaarimal akhlaq." Sabda Sang Nabi itu menjadi sangat relevan dan seharusnya menjadi prioritas utama Partai Islam. Salah satu kelebihan AKP adalah mengamalkan nilai Islam itu; menjaga moralitas.

Salah satu rival AKP yang kemudian mengalami penurunan suara pada pemilu 2011 ini adalah MHP (Milliyetçi Hareket Partisi). Dari 14,26% pada pemilu 2007, suara MHP turun menjadi 12,97%. Sebabnya tidak lain adalah skandal seks yang menimpa politisi partai itu menjelang pemilu. Mei 2011 kasus amoral itu menjadi pembicaraan meluas yang turut menurunkan suara MHP.

Di saat partai lain –bukan hanya MHP- terlibat skandal amoral, AKP relatif mampu menjaga kualitas moral kadernya sebagai partai berhaluan Islam. Semestinya, ini pula yang harus dipertahankan oleh seluruh partai Islam di negara manapun.

Tokoh Kharismatik
Hampir semua kemenangan-kemenangan besar partai politik didukung oleh adanya tokoh besar pula. AKP juga memiliki poin ini. Recep Thayyib Erdogan, yang kini menjadi Perdana Menteri Turki sekaligus ketua umum AKP merupakan tokoh kharismatik yang dijadikan ikon partai. Maka dalam alat peraga kampanye, baik baliho, spanduk, hingga website, gambar Erdogan mendominasi. Ini menjadi salah satu “marketing value” bagi AKP.

Erdogan menjadi pemimpin kharismatik bukan saja karena kemampuan memimpinnya, tetapi juga kedekatannya dengan rakyat. Dalam banyak kesempatan, Erdogan bertemu dengan rakyatnya dalam berbagai situasi dan tidak mengambil jarak. Komunikasi dan kedekatan itu menjadikan rakyat mencintai pemimpin yang tampil sederhana ini. Erdogan juga suka bertemu dengan anak-anak, termasuk pelajar dan dalam pertemuan-pertemuan itu tampak Erdogan menjadi sahabat yang baik bagi mereka; tanpa jarak atau hambatan komunikasi antara mereka.

Ini juga menjadi salah satu PR bagi banyak partai Islam di Negara lain, termasuk Indonesia. Banyaknya tokoh yang “setara” adalah bagus di satu sisi, namun di sisi yang lain merupakan kelemahan karena sulitnya mencari tokoh sentral yang yang menjadi ikon partai seperti Erdogan.

Isu Kampanye, Komunikasi Publik
AKP tampaknya tahu persis apa yang “marketable” dari sejumlah kebaikan dan pelayanan yang telah diberikannya kepada rakyat selama ini. Meskipun AKP memiliki agenda dakwah, yang tampak nyata dengan upaya melegalisasi jilbab, desekuralisasi, dan sebagainya, AKP tahu itu bukan isu yang tepat untuk diekspose menjelang pemilu. Mengingat juga, cengkeraman sekularisasi di Turki telah mengakar hampir satu abad lamanya.

Dua hal utama yang kemudian diangkat menjadi isu utama kampanye pemilu 2011 ini adalah ekonomi dan demokrasi. Dan pada kedua poin ini AKP telah menanam saham cukup besar. AKP telah mampu meningkatkan ekonomi Turki hingga mengalami kemajuan yang signifikan. Sementara pada aspek demokrasi, AKP membuka kran kebebasan bagi masyarakat Turki untuk menyuarakan aspirasinya, sekaligus mengaktualisasikan dirinya. Tentu saja demokratisasi ini menjadi angin segar bagi umat Islam yang selama empat dekade terbatasi dalam menjalankan aktifitas keislamannya. Demokratisasi diterima oleh mayoritas publik; dakwah Islam bisa berkembang, aspirasi masyarakat juga terakomodir.

Selama masa kampanye –bahkan jauh hari sebelumnya- Erdogan dan tokoh-tokoh AKP membangun komunikasi yang relatif intens dengan konstituennya. Di panggung kampanye, AKP memilih bahasa yang tepat dengan konstituen yang dihadapinya. Bentuk komunikasi lain seperti alat peraga juga didesain khusus untuk memenangkan pemilu sesuai dengan keunggulan AKP sekaligus dipertemukan dengan "selera" publik. “Ekonomide, Demokraside,” demikian bunyi baliho dan spanduk AKP yang tersebar selama masa kampanye, sejalan dengan keunggulan yang dimiliki AKP.

Berorientasi pada pelayanan kepada rakyat, lalu mengartikulasikan keunggulan-keunggulan itu menjadi isu utama kampanye serta menuangkannya dalam bentuk paling tepat sesuai "selera" publik, harusnya juga dilakukan partai Islam manapun. Hingga akhirnya kemenangan menjadi buah dari benih kebaikan yang ditanam sepanjang masa; seperti dipetik AKP yang kini kita saksikan bersama. Wallaahu a'lam bish shawab. [BersamaDakwah]


*)sumber: http://muchlisin.blogspot.com/2011/06/belajar-dari-kemenangan-akp-turki.html


Selasa, 24 Mei 2011

9 Prinsip Dakwah dalam Surat Yasin

Oleh Ustadz Muhammad Ridwan*
Dakwah di jalan Allah adalah sebuah pekerjaan mulia yang memiliki Prinsip-Prinsip yang telah ditetapkan oleh Sang Maha pemberi titah (Allah SWT) agar perjalanan dakwah yang kita lakukan tepat sasaran dan tidak terjebak pada kepentingan sesaat (Pragmatisme). Oleh karenanya arahan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dapat dijadikan sebagai batu pijakan yang kokoh bagi para kader dakwah untuk mensukseskan langkah-langkah dakwahnya.

وَجَاء مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَى قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

36.20. Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: "Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu".

اتَّبِعُوا مَن لاَّ يَسْأَلُكُمْ أَجْراً وَهُم مُّهْتَدُونَ

36.21. Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

Didalam surat Yasin ayat 20 dan 21 terdapat 9 point tersirat tentang prinsip-prinsip dakwah tersebut :

1. Wa Jaa-a’ ( Dan Datanglah )

Sebuah keharusan bagi seorang Da’i untuk datang ( berdakwah), datang menuju tempat-tempat yang memiliki peluang untuk berdakwah,datang karena panggilan keimanan saat melihat kemunkaran merajalela, kapanpun dan dimanapun. Tekad yang selalu tertanam dalam jiwa mereka bahwa kedatangan (kehadiran ) mereka adalah untuk melakukan perubahan terhadap berbagai bentuk kebatilan (Kemunkaran). Dalam Surat Al-Isra : 81 Alloh berfiman :

وَقُلْ جَاء الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقاً

17.81. Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

Dan juga dalam Surat Saba: 49 Alloh berfiman :

قُلْ جَاء الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيدُ

34.49. Katakanlah: "Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi ".

Jika seorang da,i datang /tinggal disuatu tempat maka sudah menjadi kewajiban moral baginya untuk menjadi Agent of Change ( Agen Perubahan ) ditempat tersebut.

2. Min Aqshol Madiinah (Dari ujung Kota)

Menggambarkan tentang jauhnya perjalanan yang harus ditempuh dalam melakukan dakwah, Sehingga para dai harus bertadhiyah (berkorban) waktu ,tenaga , dan juga harta dalam perjalanan dakwahnya. meskipun perjalanan dakwah itu dilakukan hanya oleh segelintir orang saja dikarenakan perjalanan dakwah itu terasa amatlah jauh dan melelahkan, namun, walaupun jauh Seorang dai harus tetap melakukan dakwahnya tanpa mengandalkan orang lain. Sebagaimana Firman Alloh dalam Surat At-taubah : 42

لَوْ كَانَ عَرَضاً قَرِيباً وَسَفَراً قَاصِداً لاَّتَّبَعُوكَ وَلَـكِن بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللّهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

9.42. Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah : "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu." Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.

3. Rojulun ( Seorang laki-laki)

Alloh tak menyebut status ,nama, jabatan orang (da'i) yang dimaksud didalam ayat ini , meskipun menurut asbabunnuzul ayat bahwa laki-laki yang dimaksud adalah habib An-nazar.Hal ini memaknai bahwa dakwah bisa dilakukan oleh siapa saja (seseorang) yang memiliki kesadaran ( Al-Wa’yul Harokah) bahwa watawaa shoubilhaq,watawaa shoubisshobr (saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran) adalah kewajiban Insan beriman.Lihat Al-Asr : 2-3

إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

103.2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

103.3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

4. Yas’a (Bergegas-Gegas)

Berdakwah dengan penuh kesungguhan (Jiddiyatud Dakwah), tidak berlambat-lambat, atau berleha-leha terhadap agenda dakwah yang telah ditetapkan, atau dengan teganya kita berpangku tangan ketika melihat yang lain sibuk dan bergegas.Alloh berfirman dalam Surat Al-Mu’minun Ayat 61

أُوْلَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ

23.61. mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya .

Namun harus juga dibedakan antara bergegas/segera dengan Terburu-buru (Isti’jal), Bergegas adalah Gerak cepat , tepat, dan akurat (Terencana) sedangkan Isti’jal adalah tergesa-gesa tanpa perencanaan,yang tentunya hasilnya akan berbeda.

5. Qoola (Ia Berkata)

Berkata dalam pengertian berupaya menyampaikan dakwah dengan lisan (kata-kata) disetiap ada kesempatan berbicara (pandai memanfaatkan momen).. Sehingga setiap Da’i harus melatih kemampuannya di dalam menyampaikan dakwah melalui kata-kata, sebagaimana Nabi Musa yang menginginkan memiliki kemampuan dakwah melalui kata-kata (Orator) , hal ini dapat di lihat dari Do’a yang dipanjatkannya kepada Alloh Azzawajalla. Sebagaimana yang Alloh firmankan dalam surat Thaha : 27-28

وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي

20.27. dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,

يَفْقَهُوا قَوْلِي

20.28. supaya mereka mengerti perkataanku,

6. Yaa-Qoumi (hai kaumku)

Adalah Audiens dakwah (Mad’uw) yang jumlahnya banyak dan bertebaran dimana –mana (yang belum tergarap), setiap orang yang jauh dari hidayah Alloh itulah sasaran dakwah kita untuk kita dekatkan mereka kepada Robbnya.

Didalam Alqur’an Surat Almu’min : 38 Alloh berfirman :

وَقَالَ الَّذِي آمَنَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُونِ أَهْدِكُمْ سَبِيلَ الرَّشَادِ

40.38. Orang yang beriman itu berkata: "Hai kaumku, ikutilah aku, aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang benar.

7. Ittabi’ul Mursaliin ( Ikutilah Utusan-Utusan Itu)

Muatan dakwah yang mengajak Manusia agar menjadi pengikut Alloh dan Rasul ,bukan pengikut kita, untuk menghilangkan Kultus Individu (Figuritas), Prinsip ini menjadi begitu penting untuk diperhatikan seiring dengan maraknya majlis-majlis yang melahirkan kultus individu.Al Quran Surat Al 'Imran : 79:

مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَن يُؤْتِيَهُ اللّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُواْ عِبَاداً لِّي مِن دُونِ اللّهِ وَلَـكِن كُونُواْ رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ

3.79. Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." Akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani , karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.

8. Ittabi’uu Manlaa yas’alukum ajro (Ikutilah orang yang tidak meminta balasan kepadamu)

Terkait dengan Shihatul Ittijah (Sehatnya Orientasi), karena tujuan utama dakwah adalah bertransaksi dengan Alloh SWT untuk mencari keridoanNya, Terlindung dari azabnya dan masuk kedalam Syurga yang dijanjikanNya Dengan demikian Seorang dai harus meluruskan niat dakwahnya hanya untuk mencari keredhoan Alloh, bukan untuk tujuan popularitas ataupun tujuan materi dll. Alloh berfirman dalam Al Quran surat As Saff ayat 10-11:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ

61.10. Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?

تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

61.11. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

9. Wahum Muhtaduun (Dan Mereka adalah Orang yang Mendapat Petunjuk)

Artinya para Da’i ilalloh adalah orang –orang yang didalam dakwahnya selalu berpegang kepada manhaj yang benar ( Al-Qur’an dan Sunnah ) , dan mereka konsisiten berpegang kepadanya, Hujjah-hujjah (Argumentasi) yang dipergunakan adalah Qolalloh wa Qoola Rasuul.

FirmanNya dalam Surat An-najm ayat 4:

إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

53.4. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

Dalam Surat Yusuf Ayat 108

قُلْ هَـذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَاْ وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللّهِ وَمَا أَنَاْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

12.108. Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik".

Jika 9 Prinsip-Prinsip dakwah diatas di amalkan oleh setiap mu’min, maka tiada tempat yang sepi dari orang-orang yang berdakwah,menyeru manusia kejalan TuhanNya, semoga kita dapat melaksanakannya.

Wallohu A’lam








*)sumber: http://www.islamedia.web.id/2011/07/9-prinsip-dakwah-dalam-surat-yassin-20.html